Tentang Cintaku
Hari
ini adalah hari dimana aku menutup semua pintu hatiku kepada cinta yang datang.
Cinta membuatku tak bisa menjadi diri sendiri, tak bisa membuatku menembus
batas-batas yang dibatasi cinta dengan sendirinya. Padahal kita adalah manusia
tanpa batas yang mampu menembus segala ruang yang ada. Aku tak menyalahkan cinta,
tidak. Aku hanya benci pada diriku tentang cinta yang kuberikan pada seseorang.
Ya, cinta itu membuatku melupakan segalanya, keluargaku, angan-anganku,
cita-citaku, bahkan membatasi keingan-keinganku. Aku benci dengan cintaku.
Aku
adalah orang yang bebas, tak ingin diatur oleh siapapun. Sebab aku tahu
bagaimana aku harus bertindak melkuakan sesuatu. Cinta membuatku tak bebas..
bukan, maksudku cinta yang yang tumbuh dalam diriku kepada seseorang membuatku
tak bebas. Terkurung. Kaku. Terpenjara. Kebebasan-kebebasan yang kurasakan
seolah-olah hanya kutujukan pada cinta, aku salah. Ya, aku salah terhadap
cintaku.
Bukannya
aku benci dengan cinta, namun terkadang seseorang tak menghargai cinta kita,
itulah yang membuatku benci dengan cintaku sendiri. Aku tak pernah menginginkan
untuk dihargai, tidak, aku benar-benar tak menginginkannya. Tapi kita harus
mencoba untuk menghargai cinta itu sendiri yang telah seseorang berikan kepada
kita. Karena kita tak pernah tahu bahwa cinta yang seseorang berikan kepada
kita adalah sebuah ketuluasan atau kebohongan belaka, namun setidaknya kita
harus bisa menghargai cinta itu sendiri, karena cinta sekalipun tumbuh begitu
saja dengan sendirinya namun tetap menguras perasaan, pengorbanan dan waktu
untuk mencintai seseorang yang kita cintai.
Aku
akan tetap melakukan yang terbaik terhadap siapapun. Karena aku adalah
seseorang yang mencintai cinta itu sendiri, karena dengan melakukan yang
terbaik kepada siapapun adalah cara untuk menunjukkan perasaan, pengorbanan, dan
waktu kita kepada setiap manusia yang kita cintai tanpa kita batasi. Dariku, penggila
cinta yang buta.

Komentar
Posting Komentar